Indonesia dikenal dengan negara kepulauan dengan berebagai jenis suku bangsa, dan tiap suku tentu memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, wilayah nusantara yang terkenal dengan sebutan dari sabang sampai merauke yang terbentang luas, dengan kekayaan laut luas dan juga pertanian dan hasil alam yang menjadi sumber penghidupan penduduk indonesia
Tapi apakah kemajemukan bangsa itu tidak muncul masalah? tentu ini bisa muncul masalah dalam keluarga besar dengan banyak anak saja akan ada masalah apalagi sebuah bangsa yang besar dan terdiri dari berbagai suku bangsa, berbagai persoalan muncul karena mungkin ketimpangan pembangunan wilayah yang tidak merata atau belum merata ini juga bisa muncul kecemburuan kepada pemerintah pusat yang mana bahkan mungkin ada yang berusaha membuat provokasi untuk lepas dari ikatan pemerintah pusat dengan mendirikan negara sendiri, kasus timor leste adalah satu kasus yang mungkin juga ada pemicu sehingga mereka berusaha lepas dari nkri dan akhirnya menjadi negara sendiri
Mempertahankan NKRI memang bukan pekerjaan mudah diantara kemajemukan suku dan budaya, tapi sebagai negara pemerintah akan berusaha untuk mempertahankan dengan berjuang menanamkan ideologi bhineka tunggal ika sebagai semboyan bangsa dan menerapkan pancasila sebagai dasar negara
Dan pada masa sekarang ini pada era perdagangan bebas, bahkan bukan dari satu suku bangsa saja yang mereka hidup dan mencari makan di indonesia, warga negara asing juga mencari makan di negeri ini, mungkin saat ini sudah tidak asing lagi di kalangan orang awam penduduk pribumi yang mereka mengenal dengan istilah orang cina, ya tampaknya mereka saat ini sudah banyak yang juga berusaha bahkan menguasai sektor perdagangan dalam negeri, mungkin ada yang pernah dengan pedagang toko material bosnya orang cina, pengusaha elektronik bosnya orang cina, dan banyak sektor yang dikuasai orang cina,
Kondisi ini tentu bisa menumbulkan kecemburuan sosial dari warga pribumi karena tanah mereka seakan sudah dikuasai asing dan menjadikan pribumi hanya sebagai pembantu, lalu persoalan agama ini juga bisa menyebabkan masalah karena orang indonesia ini ada beberapa agama yang diakui pemerintah yang mana pernah ada kasus yang membuat satu golongan agama merasa terhina karena kalimiat seorang beragama lain yang dianggap menistakan agama mereka, sehingga terjadi gerakan untuk menjerat orang tersebut supaya diadili dan dihukum meski ia seoarang pejabat daerah, apalagi orang tersebut juga warga negara cina tentu akan ada kecurgiaan kebijakan yang diambil meski mungkin tersembunyi akan lebih menguntungkan warga cina, dan bisa jadi peran media juga hanya menyorot hal baik tapi menyembunyikan hal yang buruknya, ini pun menimbulkan masalah yang menjadi sorotan dunia, bahkan pendukung orang tersebut juga banyak dari agama yang dinista dan juga warga negara indonesia asli sehingga secara tak langsung mereka berperang dengan bangsa sendiri
Sebagai orang awam saya tidak mungkin bisa memberikan solusi karena meski berpendapat pun tidak akan ada yang mendengar atau membaca, hanya sebagai warga indonesia, hanya bertanya, kapan indonesia ini bisa mandiri dan tidak terlalu banyak mengandalkan bantuan asing untuk membangun negrinya, dengan semakin banyaknya hutang negara ini bagi saya adalah indikasi negara masih mengandalkan hutang luar negri dan akan memeras rakyatnya dengan beban pajak yang mungkin semakin tinggi, mungkin utang itu untuk tujuan pembangunan infrastruktur, tapi kalau hanya mengandalkan hutang sampai kapan juga hanya akan gali lubang tutup lubang, seharusnya negara juga punya sumber yang memberikan income tak hanya mengandalkan pajak, tap justru dari sektor itu menjadi sumber yang melebihi dari pajak itu sendiri, sehingga rakyatnya tidak terlalu menjerit dalam hati jika ekspor meningkat income juga meningkat,
Dan lagi apakah pinjaman itu tidak ada bunga yang harus dibayar? sebagai awam cuma sering dengar pinjam uang di bank saja ada bunga yang harus dibayar meski ini termasuk riba, tapi mereka yang sudah tidak perduli lagi dengan hukum agama tentu tidak akan mengharamkan riba,dan hanya akan mengikuti aturan yang sudah tertulis jika tidak bisa membayar dalam jangka tertentu akan kena denda, dan ini membuat semakin berat tanggunan peminjam, bukan itu hanya seperti menjerat leher sendiri secara perlahan dan jika tak segera sadar akan bisa mati bunuh diri?
Tapi kalau saya sebagai awam juga masa bodo amat apa yang akan dilakukan pemerintah dengan menambah hutang, yang saya yakini justru mereka sudah menanggung beban yang berat, misalnya setelah mereka pensiun dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan itu juga masih berhutang pada negara, karena dari kebijakan mereka akhirnya disepakati untuk berhutang, sehingga nanti jika maut datang menjemput dan tiba hari penghakiman, tanggungan mereka lebih berat daripada orang awam yang hanya bisa ikut sistem
0 comments:
Post a Comment