Sunday, 9 July 2017


Akhir-akhir ini muncul berita yang heboh tentang rencana perpindahan ibukota negara Indonesia yang digagas oleh presiden Jokowi, yang rencananya akan dipindah ke palangkaraya

Wacana ini belakangan semakin menjadi berita di banyak media, menurut berita yang beredar dari Menteri Perencanaan pembangunan nasional atau Bappenas Bambang Brojonegori menyebutkan rencana pemerintah untuk menindahkan ibukota negara dimulai tahun 2018.

Sebenarnya gagasan ini juga pernah disampaikan oleh presiden Sukarno pada tahun 1957 yang beliau pernah ngomong ingin memindahkan ibukota ke Palangkaraya Kalimantan Tengah

Begitu juga dengan mantan presiden lainya Bapak Susilo Bambang Yudhotono juga setuju jika ibukota negara dipindahkan dari Jakarta karena kota ini sekarang sudah sangat padat penduduknya dan karena macetnya ibukota Jakarta maka ini juga membuat kinerja pemerintahan kurang efisien.

Tapi tentu rencana itu juga perlu biaya yang banyak dan ini mungkin akan menjadikan pro dan kontra dengan rencana ini, dan juga masih dalam bahasan apakah hanya pusat pemerintahan yang akan dipindah atau jakarta tetap jakarta dan ibukota negara dipindah ke Palangkaraya

Ada beberapa negara yang mana juga dalam sejarahnya pernah memindahkan ibukota negara ke wilayah lain di negaranya, salah satunya adalah Brazil yang mulanya Rio De Jenairo pindah ke Brazilia, Myanmar yang awalnya ibukota Yangon dipindahkan ke Naypidaw, lalu Pakistan yang awalnya karachi dipindahkan ke Islamabad, juga ada Kazakhstan yang mulanya di Almaty sekarang di Astana, juga ada Nigeria yang awalnya di Lagos sekarang di Abuja.

Kalau indonesia jadi memisahkan ibukota yang baru harus siap, menurut Kompas dot com ada 6 syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi ibukota negara yang baru

1 Punya jaringan yang baik dan terhubung dengan aktifitas politik
2 Tidak terlalu padat penduduk, sehingga bisa dikembangkan di masa depan
3 Aman secara geografis dan tidak rawan terhadap bencana alam
4 Aman dari segi ketahanan dan pertahanan nasional
5 Punya resiko terendah terhadap munculnya kemungkinan instabilitas sosial dan politik
6 Punya daya dan daya dukung lingkungan yang memadai, sehingga bisa menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah

Jika bicara tentang sejarah, sebenarnya indonesia pernah mempunyai beberapa daerah yang pernah menjadi ibukota negara, yaitu

1 Jogjakarta

Ibukota negara pindah dari jakarta ke Jogyakarta tanggal 2 januari 1946, saat itu jakarta dikuasai oleh belanda saat agresi militer, jogyakarta dianggap sebagai ibukota yang paling siap dari segi politik ekonomi dan keamanan

2 Bukittinggi

Begitu Jogyakarta jatuh ketangan belanda, maka dibentuklah pemerintahan darurat republik indonesia yang disingkat PDRI di Bukittinggi sumatra barat, Buktitinggi menjadi ibukota negara tanggal 19 Desemeber 1948, Perpindahan ini disebabkan sudah ada disana Syaprudin Prawiranegara yang sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin pemerintahan darurat

3 Bireuen

Bireuen hanya satu minggu menjadi ibukita negara Indonesia di tahun 1948, ini disebabkan Bukittinggi jatuh ketangan Belanda saat agresi militer kedua, selama satu minggu semua aktifitas pemerintahan dilakukan di rumah Kolonel Hussein Joesoef di Bireuen, Presiden Sukarno juga terpaksa mengasingkan diri ke aceh karena disana yang paling aman.

Situasinya memang berbeda karena saat itu kondisinya darurat dan keamanan ibukota sedang terancam, sehingga ibukota negara harus dipindahkan ke wilayah lain yang lebih aman

0 comments:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!