Thursday, 27 July 2017


Baru-baru ini membaca berita yang masuk dalam isu politik ekonomi yang menjadi perbincangan di kalangan elit politik, tentang rencana redenominasi mata uang rupiah yang mana dalam rencana itu pemerintah akan menghilangkan tiga digit nol dari nilai rupiah saat ini, jadi jika uang rupiah saat ini adalah Rp 1000 maka dengan redenominasi akan menjadi RP 1

Tentu tujuan dari redenominasi ini adalah untuk memperbaiki kondisi mata uang dan menata kembali sistem mata uang rupiah yang diharapkan memberi keberhasilan nilai mata uang menjadi lebih baik, dan menurut Ibu mentri redenominasi ini berbeda dengan sanering yang artinya penurunan nilai mata uang dan kabarnya indonesia pernah melakukannya

Dengan redenominasi maka nilai uang tetap sama hanya angkanya saja yang berbeda, maka jika ini mulai diterapkan harga barang yang dibandrol dengan angka Rp 1000 jika dengan uang redenominasi ini bisa dibayar dengan Rp 1 karena nilai 1000 dan 1 itu adalah sama,tapi untuk menjadikan konsep ini berhasil kabarnya perlu kestabilan ekonomi yang baik karena ada juga negara yang pernah mencoba melakukan redenominasi ini gagal karena kondisi perekonomian tidak mendukung

Kabarnya untuk melakukan proses ini juga perlu waktu yang tidak sebentar karena di awal pemerintah akan menyediakan uang dengan angka Rp 1 dan masih tetap berlaku uang Rp 1000 yang saat ini beredar, dan pedagang diharuskan menerima harga barang dengan menggunakan uang Rp 1000 dan juga bisa menerima dengan uang redenominasi Rp 1 dan mungkin ini agak merepotkan juga buat pedagang karena tentu harga barang saat ini tidak hanya menggunakan angka utuh ribuan yang genap angka nolnya, di mall misalnya masih ada barang dengan harga Rp 99.900 yang mana jika menggunakan uang redenominasi perlu membayar dengan angka Rp 99,9 yang mana mungkin pemerintah juga perlu menyediakan pecahan decimal untuk memberi kemudahan dalam pembayaran dengan uang cash, tapi tentu ini akan menjadi kesulitan tersendiri bagi pihak bank atau pemilik rekening karena dalam faktanya angka 1 dengan 1000 tentu sudah berbeda nominalnya, sehingga akan menjadi kebingungan tersendiri untuk menentukan berapa nilai uang dalam rekening 1 dengan 1000, tentu sebagai pemilik rekening juga tidak ingin nilai uang berkurang karena faktor redenominasi tersebut, maka jika rencana itu di lanjutkan juga perlu mempelajari masalah itu supaya ada jalan keluarnya, misal seorang pembeli di mall ia menggunakan kartu debet maka tentu ini akan menjadi masalah berapa nominal yang harus dibayar dengan satu barang yang memiliki dua harga, apakah misal jika harga barang Rp 1000 dan Rp 1 maka pembeli dengan kartu debet tersebut harus menulis 1000 atau hanya 1 saja ini tentu akan menjadi masalah yang serius, bagi pengguna rupiah

Tapi mungkin itu bisa diatasi jika semua bank dan mata uang dalam rekening sudah dilakukan redenominasi dengan yang angka baru misalnya jika pemegang rekening memiliki uang 1000000 maka dengan berlakukanya redenominasi maka angka yang muncul adalah 1000 dan jika seseorang membeli barang dengan karu debet bisa langsung menggunakan angka redenominasi jika harga barang adalah Rp 99.900 maka dengan kartu debet hanya ditulis membyar dengan 99.9 rupiah saja yang mana jumlah uang dalam rekening bank yang berlaku adalah angka reenominasi tersebut demi kemudahan,

Mungkin pada masa transisi ini masyarakat juga akan kaget dan berujar dengan berbagai macam komentar karena memang banyak orang akan berbeda pandangan tentang satu masalah, dan untuk menarik uang lama juga perlu waktu dengan juga memperhatikan kendala dan proses redenominasi tersebut gagal atau berhasil

Masalah lain mungkin adalah bagaimana reaksi dari luar yang juga berhubungan dengan uang rupiah, karena tentu ini akan membuat satu masalah yang berbeda karena bisa jadi pihak asing akan mendapat masalah atau justru menjadi bermasalah sebab redenominasi tersebut, karena bisa jadi nilai 1$ tidak lagi menjadi 13000 tapi akan menjadi Rp 13, kalau asing menerima penukaran uang tersebut maka redenominasi ini akan sukses dan memberikan dampak juga terhadap kekuatan mata uang di mata mata uang asing, tapi mungkin yang penting dilihat adalah bagaimana sukses tidaknya rencana ini di dalam negeri dulu, jika dalam negeri berhasil maka imbasnya akan bagus ke luar negeri juga

0 comments:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!