Tuesday, 18 July 2017


Dalam kehidupan sehari-hari diantara banyak orang dalam kehidupan sosial dengan gaya hidup yang berbeda-beda tentu masing-masing orang juga mempunyai persoalan dalam kehidupan mereka masing-masing, dan tentunya dalam kehidupan bermasyarakat juga memerlukan biaya hidup untuk tetap bertahan atau untuk menjadi secara umum saling menghargai antar umat manusia terutama dan antar tetangga dalam wilayah tertentu

Persoalan kehidupan mungkin akan memaksa seseorang untuk mencari kebutuhan hidupnya dengan berbagai macam cara, bekerja dengan giat dan tekun demi untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, dengan bakat dan kemampuan yang berbeda-beda, tentu tidak semua orang akan memiliki rejeki yang sama satu sama lain, dan sebagai umat yang yakin dengan Tuhan mereka menganggap bahwa rejeki sudah ada yang mengatur entah sedikit atau banyak bagi orang yang muslim akan menerima rejeki tersebut dengan penuh rasa syukur karena hakekatnya jika kufur akan rejeki yang diberikan maka akan membuat pikiran mereka tak tenang dan akan selalu ada bisikan yang akan membawa mereka kepada keserakahan, karena seperti pernah disabdakan bahwa keingingan manusia itu selalu melebihi garis batas, artinya jika sudah mencapat tujuan pada garis pertama maka akan selalu melihat garis yang kedua dan seterusnya selalu melebihi garis batas tersebut

Sifar serakah memang tidak dianjurkan dalam agama meski juga tidak disarankan untuk terlalu mengikat tangan ke leher atau terlalu pelit dalam membelanjakan rejekinya, sifat serakah ini yang pernah dikhawatirkan nabi bahwa sesuatu yang dikhawatirkan akan umatnya adalah silau akan kehidupan duniawi, karena ini akan bisa mendorong seseorang melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan dalam agama, seperti mengambil harta saudaranya dengan jalan yang batil

System perekonomian saat ini sebenarnya banyak sekali riba yang mungkin hampir semua orang akan terkena debunya, system keuangan yang dikuasai oleh bank dan masing-masing bank bagi nasabahnya biasanya meski nasabah tidak meminta bunga tapi setiap bulan juga dikreditkan bunga pada rekeningnya dan inilah yang kadang membuat orang terpaksa menerima bunga riba yang sebenarnya bertentangan dengan akidah ajaran agama, dan pernah juga nabi bersabda bahwa sebelum hari kiamat memang akan ada banyak riba merajalela dan hampir semua orang terkena debunya, terbukti jaman ini benar adanya apa yang pernah disampaikan nabi

Bahkan kalau memperhatikan banyak kalangan sekarang ini yang suka melakukan pembelian barang dengan cara kredit, ambil barang di depan dan bayar belakangan, inilah salah satu cara yang banyak digemari masyarakat modern sekarang ini untuk menjadi kaya dengan berhutang, apakah cara ini adalah cara terbaik untuk menjadi kaya? biasanya orang yang melakukan ini adalah yang terburu-buru hendak ingin punya barang tapi uang yang dimiliki masih kurang, dan kalau dikalkulasi cara pembelian ini akan jatuh lebih mahal meski angsuran pembayaran lebih lama dibanding beli cash,inilah salah satu strategy marketing jaman ini yang lebih suka mencari pembeli yang suka kredit daripada mencari pembeli yang bayar cash karena keuntungan lebih banyak, dari sisi pembeli jika memang memiliki gaji penghasilan yang stabil akan bisa memperhitungkan antara kebutuhan lain dan untuk bayar cicilan, tapi memang sebenarnya cara ini bukan cara satu satunya mendapatkan barang, hanya saja keinginan itulah yang memaksa mereka melakukan pembelian cara berhutang

Saya pun dulu pernah melakukan hal tersebut hanya karena ingin memiliki sepeda motor kemudian saya nekat membeli motor dengan kredit, tapi itulah pengalaman saya yang memberi pelajaran berharga bahwa itu bukan cara yang nyaman, karena saban bulan harus bisa menyediakan sejumlah uang sesuai setoran, jika tanggal sudah dekat jatuh tempo dan uang belum ada bisa terpaksa berhutang lagi dengan teman atau saudara, dan ini menurut saya adalah cara yang bodoh sebenarnya karena beli sudah berhutang dan membayar cicilan juga kadang masih berhutang lagi, dan hidup dengan hutang itu tidak nyaman sebenarnya

Pengalaman itu sudah berlalu bertahun dan setelahnya tidak pernah lagi membeli barang dengan berhutang,tapi memang kadang seseorang terpaksa berhutang karena kebutuhan mendadak sebab musibah dan saat itu tidak ada uang untuk mencukupi kebutuhan itu misalnya karena anaknya sakit dan perlu berobat sedang uang belum cukup maka jalan satu2nya adlah dengan berhutang, ini masih tindakan yang lebih baik karena menyelamatkan nyawa seseorang

Dalam pandangan masyarakat meski rumah megah mobil mewah tapi dari berhutang akan lebih nyaman bagi orang yang bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan mereka dengan sekedarnya, dan jika seseorang meninggal dan masih meninggalkan hutang semasa hidupnya biasanya ahli waris akan bertanya siapa saja yang pernah dipinjam uang oleh almarhum diharapkan bicara untuk diselesaikan, dan jika semasa hidupnya meninggalkan hutang arwah mereka menggantung apalagi tak ada niat melunasi hutang tersebut kelak di akhirat akan menjadi masalah karena hutang tersebut, maka barang siapa yang berhutang sesegera mungkin jika memang sudah ada segera dikembalikan sebelum ajal datang karena tak ada yang tahu kapan ajal akan triba

Bicara soal hutang negara ini juga dengar kabar masa pemerintahan ini jumlah hutangnya naik sangat besar, untuk tujuan anggaran pendapatan belanja negara, tentu kalau melihat jumlah angkanya bagi orang awam akan melongo karena belum pernah mereka memegang uang sebanyak itu, dan kabarnya kalau dikalkulasi jumlah hutang negara dengan jumlah penduduk indonesia jika dibagi masing2 julah hutang tersebut setiap bayi yang baru lahir sudah menaggung hutang sekitar tiga belas juta , lalu siapa yang akan mempunyai kewajiban membayar hutang tersebut? tentu penyelenggara negara yang akan berusaha mendongkrak pendapatan supaya berjalan seimbang antara melunasi hutang dengan anggaran belanja, dan tentu akan ada pertanyaan lagi darimana sumber pendapatan negara diperoleh?jawabnya tentu dari perusahaan negara yang dikelola negara atau disebut badan usaha milik negara, dan yang paling banyak adalah dari sektor pajak, dan baru2 ini kabarnya bahwa pemerintah akan menggenjot pendapatan dari sektor pajak dengan berbagai cara dengan meminta presiden mengeluarkan peraturan pusat untuk mendukung pencarian dana dari sektor pajak, maka jangan heran kalau sekarang ini beberapa sektor pajak angkanya meningkat itu karena pemerintah memang sedang mendongkrak pendapatan dari pajak,

Tentu bagi orang awam ada yang muncul pertanyaan, apakah jumlah hutang yang sebanyak itu ada manfaatnya buat awam? mungkin kebanyakan tidak akan mempersoalkan kepentingan itu karena sepanjang masih bisa hidup mereka tidak akan memikirkan negara dan hanya mengikuti sistem yang berlaku, agak berbeda dengan orang yang berfikir kritis bahwa meski negara memiliki hutang banyak juga tidak merasakah manfaat langsung dari pinjaman negara tersebut, tapi negara menjanjikan akan memperbaiki sarana prasarana dan infrastruktur pendukung perekonimian, dan yang menjadi pertanyaan selanjutnya bagi yang berfikir kritis adalah sarana dan prasarana apa yang telah selesai terealisasikan serta infrastruktur apa yang telah memberikan manfaat kepada masyarakat banyak karena negara mendapat uang besar dari pajak yang dibayarkan

Dari segi pemberi pinjaman, mungkin mereka punya aturan yang harus disepakati oleh peminjam kalau mau cair pinjaman yang diajukan, dan aturan itu biasanya mengikat dan keharusan yang harus dipenuhi sebagai syarat mendapat pinjaman, secara jangka panjang biasanya pinjaman yang diberikan itu sarat dengan bunga pinjaman yang harus dibayarkan meski mungkin terlihat kecil tapi untuk jangka panjang tetap akan besar jumlah akhirnya, lalu bagaimana jika seandainya peminjam tak bisa mengembalikan pinjaman tersebut, inilah yang saya khawatirkan karena semua tak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepan, meski strategy yang direncanakan bagus sesuatu diluar dugaan bisa saja terjadi diluar skenario tersebut, kalau negara tidak bisa mengembalikan pinjaman apakah negara akan dijual? untuk melunasi pinjaman tersebut?

Ternyata untuk menjadi nrimo ing pandum itu hanya berlaku bagi orang tua jamam dulu yang selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan dan berbeda dengan perilaku banyak orang jaman ini yang sudah mulai jatuh cinta akan pesona duniawi, pembangunan rohani akan menumbuhkan rasa syukur yang membuat damai tapi pembangunan duniawi akan cenderung membuat banyak orang lupa diri

0 comments:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!