Monday, 17 July 2017


Dalam kampanye sebelum menjadi presiden bapak jokowi menggunakan kalimat revolusi mental untuk menarik calon pemilih, bagus itu memang karena memang masalah mental atau kelakukan inilah yang membuat seseorang akan melakukan perbuatan yang tidak baik, seorang yang punya pengetahuan bagus, tapi apabila kelakukan atau mental bermasalah ini tentu akan bisa mendorong mereka melakukan perbuatan yang tidak baik

Tapi bagaimana cara membangun mental yang baik sebagai dasar dari kebaikan yang akan menjadi manusia yang berpengetahuan luas dan juga memiliki sikap dan perbuatan yang baik? apakah ini hanya akan diajarkan dalam sekolah tentang pentingnya pendidikan agama sejak masih tk atau akan memberikan siraman rohani dari para pemuka agama di depan gedung para wakil rakyat karena kebanyakan kasus yang terkena jerat korupsi adalah mereka yang menjadi pejabat negara

Dan apakah tujuan itu membangun mental yang baik ini sudah tercapai seperti apa yang pernah disampaikan dulu dan ada upaya apakah yang sudah dilakukan untuk membangun revolusi mental yang dahulu pernah dikumandangkan dalam masa jabatan beliau sampai saat ini? masih menjadi pertanyaan karena jika melihat kondisi politik yang bisa menggunakan berbagai macam cara untuk menjatuhkan lawan politiknya, tentu ini akan membuat seseorang bisa melakukan perbuatan yang sebenarnya itu bertentangan dengan semangat revolusi mental yang dikumandangkan dulu, hanya karena kekhawatiran yang berlebihan terhadap kekuatan baru yang bisa saja menggoyang kedaulatan

Dan jika memperhatikan perilaku sosial saat ini yang mana banyak kasus para remaja yang masih duduk di bangku sekolah tapi justru melakukan perbuatan yang mengindikasikan berpenyakit mental karena justru mereka melakukan perbuatan yang tidak baik dengan tawuran antar pelajar, mungkin tak mudah untuk mengendalikan mental orang untuk tidak melakukan perbuatan jahat, dan ini akan bisa ditekan jika dalam pendidikan dari orang tua juga memberikan pengajaran yang baik sejak kecil dan tidak hanya membiarkan tumbuh tanpa didikan sama sekali tapi justru mendidik ke dalam sikap yang tak baik tentu peran orangtua yang akan menjadikan seseorang akan menjadi manusia yang baik atau buruk

Kemudian di lingkungan sekolah yang mana pada usia sekolah tentu mereka akan menghabiskan waktunya juga di sekolah, bermain dengan sesama teman ini juga akan bisa mempengaruhi perilaku anak, jika banyak anak sekolah mengidolakan murid yang sombong tapi bodoh dalam sekolah ini bisa membuat mental yang lain ikut melakukan perbuatan yang tak baik tersebut

Sekolah sebagai sarana pendidikan tentu juga berperan penting dalam mendidik untuk tujuan revolusi mental menuju mental yang baik, dengan menitikberatkan pada pendidikan agama dan perilaku yang baik dengan berbagai macam test untuk membangun mental yang baik dibutuhkan dalam membangun revolusi mental,

Apa yang menyebabkan mental seseorang melakukan perbuatan yang tak baik ini bisa jadi karena faktor kesempatan tapi juga ada yang karena terpaksa, seseorang yang suka akan kehidupan duniawi yang tampaknya menakjubkan akan bisa menjerumuskan seseorang melakukan perbuatan buruk karena ada kesempatan, seorang pejabat yang mungkin sedang menjabat kadang akan bertarung dengan diri mereka sendiri ketika ada kesempatan mendapatkan kekayaan dengan mudah hanya dengan melakukan perbuatan yang tampak sepele, bukan karena mereka tidak berkecukupan dalam kehidupan tapi karena masih terlalu mementingkan keuntungan duniawi yang akan ditinggal mati, mungkin mereka yang suka melakukan perbuatan mendapatkan harta dari saudaranya dengan jalan yang tidak halal itu merasa untung mendapatkan harta dengan mudah, tapi hakekatnya mereka rugi karena mereka lupa harta dunia tak ada yang abadi dan semua akan ditiggal pergi, dan mereka mengira hidup hanya di dunia saja dan tidak akan diminta pertanggungjawaban di hari akhir

Ada seseorang yang melakukan perbuatan yang tidak baik karena memang terpaksa karena kondisinya yang bisa jadi memaksanya melakukan perbuatan jahat, seseorang yang mungkin karena cintanya pada keluarganya dan karena ingin memberikan sesuatu untuk mereka kadang ada yang nekat melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, menjadi pencuri demi menghidupi keluarganya, tentu perbuatan ini juga bukan perbuatan baik dan merupakan penyakit mental yang dimiliki orang bodoh, jika memang ingin membahagiakan keluarga seharusnya mencari kerja dan berusaha, tapi kadang keuntungan sesaat sering menyesatkan orang dan disini setan yang menjadi musuh yang nyata bagi manusia telah sukses mengiming imingi manusia untuk mengikuti jalan buruk, dan mereka juga akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir dari semua perbuatan tersebut selama di dunia akan ditimbang perbuatan baik dan buruknya sebagai hari penghakiman

0 comments:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!